Blog

Program Smart Village Rampung, Pemkab Cirebon Tekankan Pentingnya Tata Kelola Data Desa

×

Program Smart Village Rampung, Pemkab Cirebon Tekankan Pentingnya Tata Kelola Data Desa

Sebarkan artikel ini

CIREBON- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menutup rangkaian kegiatan Cirebon Smart Village dan Desa Cantik (Cinta Statistik) yang selama setahun terakhir dijalankan sebagai upaya memperkuat pembangunan desa berbasis data dan teknologi digital. Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1/2026).

Penutupan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, yang mewakili Bupati Cirebon. Dalam sambutannya, wakil bupati yang akrab disapa Jigus itu menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Alhamdulillah hari ini saya mewakili Pak Bupati, bersama Dinas Kominfo, mengadakan penutupan kegiatan Cirebon Smart Village dan Desa Cantik tahun 2025,” kata Jigus.

Ia menjelaskan, program tersebut diikuti oleh puluhan desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon. Para kuwu dari desa-desa peserta pun hadir dalam kegiatan penutupan sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program.

“Alhamdulillah tadi dihadiri oleh para kuwu di Kabupaten Cirebon, kurang lebih ada 96 desa yang mengikuti acara ini,” ujarnya.

Menurut Jigus, konsep Smart Village bukan sekadar pengenalan teknologi, melainkan perubahan cara desa mengelola data sebagai dasar perencanaan dan pelayanan. Ia berharap program ini dapat berjalan konsisten dan benar-benar diterapkan di tingkat desa.

“Harapan kami dari pemerintah daerah tentunya semoga desa Smart Village ini bisa berjalan dengan baik, karena ini merupakan konsep pembangunan desa berbasis digital. Data ini sangat penting, terutama data dasar yang nantinya diterapkan di desa-desa,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa digitalisasi desa sangat berkaitan dengan ketersediaan data yang akurat dan terbarui. Data tersebut mencakup informasi kependudukan yang selama ini menjadi fondasi berbagai kebijakan dan pelayanan publik.

“Terutama data dasar, jumlah penduduk di desa, dibagi laki-laki dan perempuan, jumlah yang lahir, yang meninggal, yang pindah datang dan pindah pergi,” ungkapnya.

Selain data kependudukan, Jigus menyebut aplikasi dalam program Smart Village ke depan juga dirancang untuk menampung data lain yang lebih luas. Mulai dari kondisi sosial ekonomi hingga tata ruang wilayah desa.

“Insya Allah ke depannya bisa mencakup keseluruhan data yang terkait di desa masing-masing, supaya bisa bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Ia menambahkan, keselarasan data antara desa dan pemerintah daerah menjadi tujuan utama dari program tersebut. Dengan integrasi data yang baik, perencanaan pembangunan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran.

“Harapannya nanti antara data di desa dan pemerintah daerah bisa menjadi pemadanan data atau satu data,” tambahnya.

Dalam rangkaian penutupan kegiatan, pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada desa-desa yang dinilai aktif dan optimal dalam menjalankan program Cirebon Smart Village dan Desa Cantik. Apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk nominasi berdasarkan sejumlah kategori penilaian.

“Tadi ada 13 desa yang diberikan nominasi, ada beberapa kategori. Tentunya ini sebagai penyemangat bagi desa-desa yang sudah menjalankan program ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *