Blog

Laporan Masuk, Respons Bergerak: 112 Siaga Katon Tangani 42 Kejadian Darurat di Cirebon

×

Laporan Masuk, Respons Bergerak: 112 Siaga Katon Tangani 42 Kejadian Darurat di Cirebon

Sebarkan artikel ini

CIREBON — Dari evakuasi ular berbisa hingga penanganan kebakaran dan bencana alam, layanan 112 Siaga Katon menjadi garda depan penanganan situasi darurat di Kabupaten Cirebon sepanjang tahun 2025.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon mencatat, sebanyak 42 kejadian darurat berhasil ditangani melalui layanan tersebut. Capaian ini menunjukkan respons lintas perangkat daerah yang semakin solid dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai kondisi gawat darurat di lapangan.

Sebagai layanan unggulan Pemerintah Kabupaten Cirebon, 112 Siaga Katon berfungsi sebagai pusat penerimaan laporan masyarakat sekaligus penghubung cepat dengan instansi teknis sesuai karakter kejadian. Begitu laporan masuk, koordinasi langsung dilakukan agar penanganan tidak terhambat waktu.

Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, menjelaskan bahwa sistem layanan ini dirancang untuk memastikan setiap laporan ditangani secara terarah dan terpadu.

“Layanan ini memastikan setiap laporan kegawatdaruratan dapat diteruskan dan ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Bambang.

Keberhasilan penanganan puluhan kejadian tersebut tak lepas dari kerja sama lintas sektor. Setiap laporan yang masuk ke nomor 112 langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi terpadu dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Penanganan di lapangan melibatkan berbagai instansi, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, hingga perangkat daerah lainnya sesuai kebutuhan dan jenis kejadian. Pola kerja ini memungkinkan respons yang lebih cepat sekaligus meminimalkan risiko bagi masyarakat.

Berdasarkan data Diskominfo, evakuasi hewan dan hama menjadi jenis laporan terbanyak sepanjang 2025 dengan 17 kejadian. Penanganan meliputi evakuasi sarang tawon, ular berbisa, hingga hewan buas seperti biawak yang dinilai membahayakan warga.

Sementara itu, kejadian kebakaran tercatat sebanyak 10 kasus, mencakup kebakaran rumah, lahan, pasar, serta gangguan pada gardu dan KWH meter listrik. Selain itu, layanan 112 juga menangani 9 kejadian kebencanaan dan lingkungan, seperti banjir bandang, pembersihan pascabanjir, serta penanganan pohon tumbang.

Peningkatan laporan kebencanaan tercatat terjadi pada musim hujan, terutama pada November hingga Desember 2025, ketika intensitas hujan meningkat di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.

Adapun kejadian teknis dan sosial lainnya tercatat sebanyak 6 kejadian, meliputi kebocoran gas, kecelakaan lalu lintas, gangguan penerangan jalan umum (PJU), cincin macet, hingga penanganan orang terlantar.

Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat 112 Siaga Katon sebagai satu nomor kegawatdaruratan yang mudah diakses dan bebas pulsa. Layanan ini diharapkan menjadi solusi cepat dan terintegrasi bagi masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.

Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan layanan ini secara bijak dan tidak ragu menghubungi 112 ketika terjadi kegawatdaruratan. Setiap laporan akan segera dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait agar penanganan di lapangan berjalan cepat dan tepat.***(Arum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *