Cirebon – Ratusan warga dan kerabat keraton mengikuti acara Tradisi Rajaban sekaligus memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah yang digelar oleh Keraton Kasepuhan, Jumat (16/1/2026). Adapun gelaran acara di Bangsal Pringgandani, Keraton Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon.
Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar Keraton Kasepuhan, para pinisepuh, wargi keraton, serta masyarakat umum.
Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PR. Goemelar Soeryadiningrat, mengatakan jika peringatan Rajaban merupakan momen penting untuk mengingat kembali perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.
“Kita bersama-sama mengikuti acara peringatan bulan Rajab atau Isra Mi’raj. Seperti yang saya sampaikan dalam sambutan, Isra Mi’raj adalah sejarah perjalanan spiritual Baginda Rasul Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada tanggal 27 Rajab,” ujarnya.
“Hari ini semua keluarga, para wargi, dan para pinisepuh hadir untuk memperingati bersama-sama. Acara ini juga diisi dengan tausiah serta ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Jumhur.” jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan Rajaban pada tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dikarenakan semakin banyaknya peserta yang mengikuti acara ini dari tahun ke tahun.
“Biasanya kegiatan Rajaban dilaksanakan di Langgar Alit. Namun karena setiap tahun jumlah peserta semakin banyak, tahun ini kami adakan di Bangsal Pringgandani, “ujarnya.
Ia pun berharap, peringatan Isra Mi’raj ini dapat menjadi pengingat bagi umat Islam akan amanah besar yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
“Harapannya, kita sebagai umat Muslim tidak melupakan perjalanan Isra Mi’raj dan apa yang telah diamanahkan Allah SWT kepada Rasulullah, terutama tentang kewajiban ibadah,” tuturnya.
PR Goemelar menambahkan bahwa tradisi Rajaban tersebut juga disajikan nasi begana, lengkap dengan lauk pauk sederhana seperti kentang, tahu, tempe, yang dimasak dengan campuran kelapa.
“Makna filosofinya sebenarnya sederhana, ini adalah sajian sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT dengan menyajikan nasi begana,” tegasnya.
Kegiatan Tradisi Rajaban di Keraton Kasepuhan tersebut menjadi wujud pelestarian nilai-nilai budaya dan keagamaan yang terus dijaga secara turun-temurun oleh keluarga keraton bersama masyarakat Cirebon.











